Friday, December 21, 2007

Kategori Informasi Untuk Manajemen

Informasi yang dibutuhkan manajer dapat dibagi menjadi enam kategori yaitu:

  • Informasi Penyegar, adalah informasi terakhir yang merangkum keadaan umum bisnis atau organisasi, misalnya ringkasan penjualan terakhir, informasi ini tidak banyak digunakan untuk pengambilan keputusan hanya merupakan indikator keadaan perusahaan.
  • Peringatan, berisi petunjuk terhadap sesuatu yang diluar kebiasaan yang bisa mengakibatkan perubahan manajerial. Informasi ini difungsikan untuk mencegah atau mereduksi terjadinya kondisi yang tidak diinginkan.
    Indikator Kunci, berisi ukuran aspek-aspek penting yang berkaitan dengan kinerja organisasi.
  • Informasi situasional, adalah informasi tentang proyek, masalah, atau isu penting yang memerlukan perhatian manajer.
  • Gosip, informasi informal yang berasal dari berbagai sumber yang berguna untuk mengatasi suatu masalah.
  • Informasi Eksternal, adalah informasi yang berasal dari luar departemen atau perusahaan, seringkali informasi ini berjangka pendek.

Pemahaman pada kategori informasi tersebut diatas sangat dibutuhkan untuk merancang sistem informasi formal.

Pengaruh Konsep Informasi Pada Desain Sistem InformasiKonsep informasi menjelaskan teori-teori yang berguna dalam desain, yaitu:

  • Informasi memiliki nilai yang mengejutkan
  • Informasi mengurangi ketidakpastian.
  • Melimpahnya informasi berguna untuk mengendalikan kesalahan komunikasi.
  • Informasi hanya memiliki nilai jika mengubah suatu keputusan.
  • Tidak semua data yang dikomunikasikan memiliki nilai informasi.

Kualitas Informasi

“Kualitas Informasi dapat dianalogikan sebagai pilar-pilar dalam bangunan” (Jhon G. Burch & Gary Grudnitski, 1989)Pilar-pilar tersebut adalah :

  • Akurasi
  • Ketepatan Waktu
  • Relevansi

Menurut Roman R. Andrus kualitas informasi selain dari akurasinya juga dapat dievaluasi dalam bentuk utilitasnya. Dia mengidentifikasi empat utilitas informasi, yaitu:

  • Utilitas bentuk (form utility), semakin sesuai bentuknya dengan kebutuhan pengguna maka nilainya akan semakin meningkat.
  • Utilitas waktu (time utility), nilai informasi akan bertambah besar bagi pengambil keputusan jika tersedia saat dibutuhkan.
  • Utilitas tempat (place utility), nilai informasi akan bertambah besar jika mudah diakses atau dikirim. Sistem online mampu memaksimasi utilitas tempat dan utilitas waktu.
  • Utilitas kepemilikan (Possession Utility), Pengolah informasi sangat mempengaruhi nilai informasi dengan mengendalikan penyebarannya pada pihak lain.

Andrus menekankan bahwa biaya informasi berhubungan dengan nilainya (akurasi dan utilitasnya). Jika biaya melampaui nilainya, maka ada dua alternatif tindakan, yaitu:

  • Meningkatkan nilainya melalui peningkatan akurasi dan atau utilitasnya.
  • Mengurangi biaya dengan mengurangi akurasi dan atau utilitasnya.

Karakteristik Informasi

George H. Bordnar & William S. Hopwood menjelaskan karakteristik berdasarkan level manajemen sebagai berikut:










  • Sumber informasi bagi Low Level Management akan banyak dari internal dan untuk Top Level Management akan lebih banyak diperoleh dari eksternal.

  • Low Level Management akan membutuhkan informasi dari ruang lingkup yang lebih sempit dan teridentifikasi dengan baik, sedangkan untuk Top Level Management akan membutuhkan informasi dari ruang lingkup yang sangat luas.

  • Low Level Management membutuhkan informasi secara terinci dan Top Level Management membutuhkan informasi berupa ringkasan.

  • Low Level Management membutuhkan informasi yang berorientasi pada masa lalu sedangkan Top level Management membutuhkan informasi berorientasi pada masa yad.

  • Low Level Management membutuhkan informasi terkini sedangkan Top Level Management membutuhkan informasi dalam rentang waktu yang lebih lama.

  • Low Level Management membutuhkan informasi dengan akurasi tinggi dan Top Level Management tidak mengutamakan akurasi informasi.

  • Low Level Management membutuhkan informasi dengan frekuensi tinggi sedangkan Top

  • Level Management membutuhkan informasi dengan frekuensi yang lebih jarang.

Nilai Informasi

Menurut Gordon B. Davis, bahwa informasi memiliki nilai-nilai, yaitu:

  • Benar dan Salah, informasi selalu berhubungan dengan kebenaran dari suatu kenyataan, jika informasi salah dipercayai, maka dampaknya sama dengan jika informasi itu benar.
  • Baru, informasi adalah baru bagi penerimanya.
  • Tambahan, informasi bisa berupa perbaruan atau perubahan dari informasi sebelumnya.
  • Korektif, bisa untuk melakukan koreksi pada informasi sebelumnya yang salah.
  • Penegas, dapat memberikan penegasan bagi informasi sebelumnya sehingga meningkatkan keyakinan penerima.